Bogor–Aceh Tamiang — Pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang kembali dilanjutkan ke Tahap IV. Program ini digagas dari Bogor oleh Yayasan RS Islam Bogor bersama IPHI Kota Bogor dan Baytul Maal Bogor, sebagai respons atas kondisi darurat warga di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru.
Sebelumnya, pembangunan tiga kompleks Huntara Tahap I, II, dan III di tiga desa Aceh Tamiang telah rampung dan kini telah dihuni masyarakat terdampak. Total dana infaq yang terkumpul mencapai Rp550.085.000, dengan realisasi pengeluaran sebesar Rp495.970.000 untuk pembangunan Huntara, bantuan sembako, alat dapur, perlengkapan ibadah, serta operasional. Dari jumlah tersebut, tersisa dana Rp54.115.000.

Setibanya tim di Bogor, diperoleh laporan bahwa kondisi di Dusun 2, Desa Sukajadi, tergolong sangat parah. Sekitar 95 persen rumah warga hanyut dan rusak total, menyebabkan kurang lebih 410 kepala keluarga masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, dan atas arahan Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, Ketua Pembina Yayasan RS Islam Bogor, pembangunan Huntara dilanjutkan ke Tahap IV dengan rencana pembangunan 10 unit Huntara berukuran 3 x 18 meter. Setiap unit diperkirakan menelan biaya Rp60 juta. Adapun fasilitas pendukung seperti masjid, air bersih, dan MCK di lokasi tersebut telah dibantu oleh Ustadz Adi Hidayat (UAH).
Sisa dana hasil penggalangan sebelumnya dialokasikan langsung untuk mendukung pelaksanaan Tahap IV. Selain itu, panitia kembali membuka penggalangan dana dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi agar proses pembangunan berjalan lancar, sehingga para penyintas dapat menyambut Ramadhan dengan kondisi yang lebih layak.
Koordinator sekaligus Ketua Yayasan RS Islam Bogor, Dwi Sudharto, berharap partisipasi masyarakat dapat menjadi amal jariah dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. ( Wahyu )





